Sabtu, 14 Desember 2013

Selamat Ulang Tahun

15 Desember 2013. Tepat 8 tahun usiamu sayang...

Ah, waktu terasa cepat sekali berjalan. Pertumbuhanmu yang semula bayi, kini telah menjadi seorang anak yang sangat aktif. Waaah itu artinya, mbakmu ini juga semakin menua saja ya, hanya saja pertumbuhan mbak tidak sejelas pertumbuhan fisikmu.

De,  mbakmu ini teramat sangat menyayangimu. Apakah itu semua berawal dari rasa kasihan? Kasihan karena kamu harus ditinggal mama sedari bayi karena harus bekerja. Iya sayang, kamu sejak bayi harus dititipkan, diasuh oleh oran lain, sampai-sampai hingga detik ini kamu lebih akrab dengan orang itu. entah apapun alasannya, yang jelas aku menyayangimu, kami semua menyayangimu.

kamu lahir saat kakakmu ini baru saja memasuki kelas 2 SMP. Berbeda dengan mbak ega, bisa dikatakan mbak lebih banyak merawatmu. ah bukan merawat mungkin, hanya menemanimu, sembari mengganti  popokmu jika basah, dan menggendongmu jika menangis. Mbak sukaaaaa sekali belajar disampingmu, mengerjakan PR, tugas, sambil melihatmu yang sedang tertidur pulas. 

Selamat ulang tahun sayang. Ingin sekaili mengucapkan langsung, meniup lilin bersama-sama, menyanyikan lagu ulang tahun bersama-sama. 

mbak juga ingin berterima kasih, karena mbak selalu merasa bahagia berada didekatmu, ataupun sekedar mendengar suaramu dari telefon.

de, dihari ulang tahunmu ini, mbak hanya ingin berpesan bahwa tumbuhlah menjadi seseorang dengan pemahaman baik. Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak mungkin bukan? Mbak pun masih dan akan selalu belajar. Nah, yang perlu kamu mengerti adalah hidup ini bukan tentang kondisi, sayang. Karena ada banyak kondisi yang kita tidak bisa mengendalikannya. Hidup adalah tentang bagaimana kita menyikapi kondisi yang menimpa kita. Tak peduli seberapa baik atau buruk kondisi tersebut.  Hidup bukan tentang kaya atau miskin, tapi bagaimana kita menyikapi kemiskinan dan kekayaan itu. Hidup juga bukan tentang kesuksessan dan kegagalan, tapi bagaimana menyikapi kesuksesan, dan kegagalan tersebut. 

Seberapa burukpun kondisi yang menimpa kita, jika kita bisa menyikapinya dengan baik, dengan bijak, dengan tepat, perlahan-lahan semuanya akan jauh lebih baik. Dan semuanya akan berjalan lebih mudah, jika kita tahu kapan saatnya bersyukur dan kapan saatnya bersabar. 

Heiii gadis kecil. Berceritalah pada mbak mu ini tentang apapun. Tentang masalahmu, atau jika kamu sudah remaja nanti, dan sedang galau-galaunya tentang apapun, maka berceritalah. Tenang saja, saat kamu selesai bercerita nanti, mbak tidak akan dengan gampangnya menyuruhmu untuk bersabar.  

Semua orang boleh saja mengaatakan kalau kita harus bersabar atas ujian yang ada, sayang. Masalahnya, menurut mbak, sabar itu bukan tentang perkataan, Sayang. Tapi perasaan. Dan yang namanya perasaan itu kan enggak bisa dipaksain. Jadi daripada bikin kamu makin kesel dan illfeel sama mbak nanti, hehe, mbak tidak akan menyarankan atau menasihati kamu agar bersabar. 

Rasakan saja betapa sakitnya. Resapi saja betapa sulitnya. Nikmati saja jatuh-bangunnya. Hayati saja bagaimana sedihnya. Ledakkan saja air matanya. Di satu titik kamu akan bertemu sendiri dengan kesabaranmu. Bertemu di persimpangan antara sabar dan tidak, antara menerima atau menyalahkan. Di satu titik, kamu akan menyadari betapa kamu jauh lebih kuat karena itu semua. Di satu titik, kamu akan bersyukur betapa Allah sudah berbaik hati telah memberikan kesempatan yang luar biasa kepaadamu untuk merasakan sensasi dahsyatnya itu. 

Percayalah, itu jauh lebih mengasyikan daripada kamu mendapatkan ujian, terus ada orang yang mengatakan kamu harus sabar, kemudian karena kamu anak bungsu yang tidak manja, penurut, baik hati, tidak sombong dan suka menabung, gampang mbak bohongin, serta suka makan sayur, kamu bersabar seperti yang dikatakannya, lalu bereslah segala ujian tersebut. Sabar itu proses, Sayang. Proses yang saaaaaaaaangat panjang. Jadi tak perlu terburu-buru, nikmati saja prosesnya dulu. Jangan pernah jadikan kesabaran sebagai formalitas. Formalitas agar kamu dibilang kuat atau enggak cengeng.

Tentu saja kita bisa memilih untuk tidak peduli terhadap apaun, termasuk terhadap orang yang menyakiti kita. Mengabaikan apapun yang mereka katakan. Tetapi mbak ingin kamu tumbuh dengan kepedulian. Peduli dengan apa yang ada di sekitar kamu, termasuk peduli dengan orang-orang yang menurutmu tidak layak untuk dipedulikan. Semua orang selalu layak untuk dipedulikan, De. Karena pada dasarnya, ketika kita peduli dengan orang lain, kepedulian itu akan semakin melembutkan hati kita, dan akan meningkatkan rasa kasih sayang yang kita punya, insyaAllah.

Nah cantik, happy birthdayyyyy. I love you, and i miss you so badly. Entah sampai kapan mbak harus merantau, selalu berjauhan denganmu seperti ini. Tahun ini mbak tingkat akhir lho, tapi mbak masih belum tau nanti akan kerja dimana. Well, jika mbak memang tidak bisa bekerja di Cirebon, yang artinya harus merantau kembali, mbak cuma pengen kita selalu deket. You know what dear? With love, distance is not the limit :)











Rabu, 04 September 2013

Aku bersama naila dan dita

Hari ini 5 September 2013, 4 hari pasca kepulanganku dari malang. Rasanya aneh. Aneh memasuki kamar kost sendirian, aneh makan sendirian, termasuk aneh bangun tidur tanpa mendapati naila dan dita di sampingku :D

Bareng mereka, ah…tiba-tiba ingin sekali bercerita saat-saat bersama mereka. Entah karena kita bertiga saling cocok, entah karena masing-masing dari kita saling menjungjung toleransi, entah juga karena kita telah dewasa (uhuk dewasa, hahaha),  tak pernah kami ribut barang satu kali pun.

Selama dua bulan penuh bersama dita, aku banyak belajar tentang bagaimana cara/ gerakan sholat yang baik dan benar. Sering juga aku bertanya padanya tentang pelafalan huruf hijaiyah, seperti “ diiit bedanya gimana sih bilang dho dan dzo…” ,” dit, kalau ada tajwid ini tuh sebaiknya kita berhenti atau terus?”, “diit, kalau sholat sunah qobliyah ba’diyah tuh wajib boleh salah satunya aja atau harus keduanya untuk sholat dhuhur dan isya?”, “diiit kalau puasa itu kita boleh gak,,,”, dan dit dit yang lain tak terhitung banyaknya. Maka selama 2 bulan Praktik Lapang kemarin aku tidak hanya mendapatkan ilmu tentang Biokimia saja, tetapi lebih dari itu, aku  belajar agama. Menyenangkan sekali, teramat sangat menyenangkan.

Selama dua bulan penuh bersama naila, aku banyak belajar tentang membuat makanan. Mulai dari membuat lauk pauk, hingga membuat kue. Aku banyak bertanya padanya, seperti : “nai kenapa selalu pake bawang putih di setiap tumisan?”, “ nai ini direbus berapa lama?”,”nai kira-kira ini udah matang belum?”, “nai bedanya digoreng sama disangrai itu apa sih?”, “nai aku kok masak nasi gak mateng-mateng?” dan naila menjawab dengan ekspresi datar “gimana mau matang orang gak kamu colokkin, nindyyyyyyyyyy”, hahahaha, sumpah naila lucuuuuuu banget. Maka selama 2 bulan Praktik Lapang kemarin aku tidak hanya mendapatkan ilmu tentang Biokimia saja, tetapi lebih dari itu, aku  belajar memasak . Menyenangkan sekali, teramat sangat menyenangkan.


Suatu pagi di Bogor, sembari memandangi photo kami (aku, naila, dan dita), sembari tersenyum, dan hati tak henti-hentinya mengucap syukur kepda zat yang Maha baik, Allah SWT, yang telah mengenalkanku dengan mereka.

Selasa, 27 Agustus 2013

Belajar Memasak

Selama 2 bulan di malang aku belajar banyak. Termasuk belajar memasak..

Aku mulai tertarik belajar memasak, sejak aku tahu  bahwa proses memasak teramat sangat menentukan kandungan nutrisi di dalamnya. Misalnya saja memamasak sayuran. Sebaiknya sayuran tidak terlalu lama mengalami proses pemanasan, dan akan lebih bagus jika fresh cooked saja, artinya sayuran masih dalam kondisi segar setelah dimasak.

Aku mulai senang belajar memasak, sejak aku melihat mega dan rachma teramat senang saat aku membuatkan mereka nasi goreng, di saat tengah malam dan mereka kelaparan. Entah karena nasi goreg buatanku enak, atau karena mereka sedang kelaparan, yang jelas nasi goreng itu habis tak bersisa. Rasanya sangat menyenangkan melihat mereka kenyang, haha

Aku mulai rajin belajar memasak, sejak alergiku sering kumat. Menurut dokter,  salah satu pemicunya adalah makanan yang sering aku makan terlalu banyak MSG-nya.ckckck

Dan aku mulai serius  belajar memasak , sejak aku sadar bahwa kelak aku akan menjadi seorang istri dan seorang ibu. Aku ingin pandai memasak untuk suami dan anak-anakku.  Teramat sangat menginginkan mereka hanya memakan makanan yang baik dan menyehatkan.

Dan aku harus belajar memasak, tidak lain dan tidak bukan karena aku seorang perempuan…


suatu sore di Malang, setelah kelar memasak...


Sabtu, 17 Agustus 2013

Batu dengan sejuta pesonanya

17 Agustus kali ini aku berada di kota batu. Sebuah kota yang sangat jauh dari keramaian. Kota yang terisolasi. Kota yang suhu udaranya tidak pernah lebih dari 22 derajat celcius. Kota yang mengharuskanku menggunakan jaket setiap waktu. Kota yang memiliki penduduk yang sangat ramah tamah. Kota dengan sejuta pesona alamnya..

Siang tadi aku memutuskan untuk berpetualang. Sendiri. Aku harus mengunjungi banyak tempat selagi di sini. Mumpung sedang libur, itu yang selalu ada di otakku.
Ya Tuhan, kota ini indah sekali..

Aku menemukan padang rumput yang saaaaaangat luas, dengan ilalang-ilalang yang tinggi menjuntai. Aku menemukan banyak dandelion. Siang itu cuaca cerah, tapi matahari di sini tidak pernah sekalipun menyengat kulitku. Aku menemukan banyak tanaman liar yang tumbuh, dengan bunga-bunga beraneka warna yang cantik sekali. Aku juga merasakan angin berhembus kencang. Dan aku merasa sangat bebas. Aku merasa bahagia sekali di tempat itu. Aku merasa bahagia Tuhan. Di lapangan yang luas itu, aku berdiri menginjak bumi, tapi merasa dekat sekali dengan langit.

Terima kasih Tuhan telah memberiku kesempatan untuk menginjakkan kaki di tempat ini. Alam di sini teramat sangat indah. Rasa-rasanya aku ingin mengabadikan setiap momen, untuk kelak aku ceritakan pada suami dan anak-anakku :)


Batu, saat menunggu maghrib

Kamis, 08 Agustus 2013

Mozaik


Episode hidupku kali ini membawaku jauh hingga ke tanah Madura. Sebuah pulau yang tak pernah terlintas walau sepersejuta detik di otakku. Apa yang terjadi hingga sejauh ini, rasa-rasanya seperti sedang mengumpulkan mozaik dalam hidupku. Ya kawan, seperti kepingan puzzle yang sedikit-demi sedikit tersusun melengkapi ingin ku.

Dulu, dulu sekali, saat masih duduk di bangku SMP, aku berdoa “ Tuhan, aku ingin sekali pergi ke tempat-tempat yang jauh, menemui beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin pergi ke suatu tempat yang sering hujan,juga  ke suatu tempat dimana aku akan limbung dihantam angin, menciut dicengkram dingin, dan merah terbakar sinar matahari. Aku ingin hidup, ingin merasakan sari pati hidup…

Doa yang aneh..” celetuk salah satu sahabatku.

Hingga akhirnya aku berguru ke Bogor. Kota hujan kawan. Ya, hampir setiap hari aku melihat hujan di bogor, dari mulai hujan gerimis, hingga hujan maha dasyat seperti badai pernah aku lihat. Tak jarang juga aku berjalan di bawah hujan, menggunakan payung tentu saja, tapi itu sudah cukup menyenangkan. Tiap kali mendengar suara hujan, aku seperti mendengarkan alam sedang bernyanyi. Indah sekali. Damai. Suatu perasaan yang sulit aku deskripsikan.

Aku ingin limbung dihantam angin. Pantaiiiiiiii. Ya pantai. Akhirnya di usiaku yang ke-21 tahun ini aku pergi ke pantai. Kalian tahu bagian mana yang paling menarik? Yaitu disaat aku merentangkan kedua tanganku menghadap laut, begitu dekat, tanpa alas kaki, dan angin kencang menghantamku, membuat kerudungku menari-nari, membuat kedua pipiku menjadi dingin, membuat pakaian yang kukenakan basah terkena ombak. Rasa-rasanya hidup seketika tak ada beban, tak punya masalah barang sebutir debu pun. Indah sekali. Damai. Suatu perasaan yang sulit sekali aku deskripsikan.

Aku ingin menciut dicengkram dingin. Kota Batu. Bayangkan air berisi es batu, kira-kira seperti itu dinginnya air di kamar mandi. Jangankan air di kamar mandi, pun udara di pinggir jalan saja diinginnya luar biasa. Jadi mandi adalah suatu kegiatan yang memerlukan perjuangan tersendiri, haha. Eh tunggu, bukan hanya mandi. Tidur pun penuh perjuangan. Jaket tebal, selimut, kaos kaki, sarung tangan, syall, adalah barang-barang wajib yang perlu dikenakan sebelum tidur. Lupa??? Kupastikan meriang pas bangun, hahaha

Aku ingin terbakar terkena panas. Madura. Pulau penghasil garam ini luar biasa panasnya. Matahari jam setengah tujuh sudah terang benderang. Jam sembilan pagi seperti jam 12 siang. Intinya panas. Maka aku sarankan untuk siapa saja yang ingin berkunjung ke Madura untuk tidak lupa membawa hand and body lotion ber-SPF, setidaknya SPF 15 biar kulit gak item, haha.

Dan aku ingin menemui beragam bahasa juga orang-orang asing.

Kota batu dengan bahasa jawanya yang khas :
Saat beli sayur…
Seorang ibu : Neng @$%%^&%^$$^^^&*&^^…..
Aku : hah, apa bu??? (roaming)

Kota Madura, saat jogging
Seorang petani : Be’en #%$%$^%&%^$$$%$#%%%
Aku : hah, apa bu??? (roaming)
Dan “hah apa bu-hah apa bu” yang lain tak terhitung banyaknya, ckckck

Tentu saja ini bukan akhir. Aku percaya Tuhan masih akan terus membawaku ke tempat-tempat yang tak pernah aku duga. Tuhan selalu memberikanku kejutan. Menyenangkan sekali. Kejutan selalu menyenangkan. Hidup memang sungguh-sungguh misteri, juga fantastis.

Hidupkan hidupmu. Hidupmu adalah hidupmu. Selamat hidup

Minggu, 28 Juli 2013

#ASRAMA itu...


“Mbak nindy apa kabar? Sekarang lagi di Malang ya? Udah hampir sebulan aku di asrama mbak. Alhamdulillah betah, hhe…

Sepenggal sms yang aku terima saat sahur tadi pagi. Sms yang mengingatkanku tentang asrama TPB IPB. Asrama dengan motto together to be better. Asrama yang memiliki banyak cerita…
28 Juni 2010 pukul 14.00 WIB, hari pertamaku menginjakkan kaki di asrama :D


Yupp, asrama putri A2, lorong 8, kamar 243 ^^
Hidup di asrama adalah salah satu pengalamanku yang mahal. Asrama untukku…

Ø  Pertama kalinya hidup di kamar sesempit itu berisi 4 orang, amazing :D
via-tania-rina-nindy

Ø  Tempat wisata kuliner kilat sehabis liburan, banyak yang bawa oleh-oleh aneh khas daerah masing-masing. Seketika ngumpul dalam satu kamar, pesta oleh-oleh, sambil ngobrolin aneka topik, campur aduk gak jelas apa yang dibicarain, haha
Ø  Tempat dimana aku sedikit-sedikit belajar bahasa batak-medan. Misalnya : Nama awak nindy, ah macam mana pula kau? Aku siap sholat (aku sudah sholat), tlekung (mukenah), merajuk (marah), hahahaha

Ø  Tempat melatih kesabaran : sabar ngantri kamar mandi, sabar saat air mati, listrik mati, tiap kali apel pagi, haha

Ø  Tempat yang nyadarin aku kalau kita hidup bener-bener gak sendirian. Contoh:  rame-rame ngelembur sampe jam 3 pagi buat kelarin laporan praktikum fisika, hahaha

Ø  Tempat senasib. senasib galau pengen pulang lebih seringnya, hahaha

Ø  Lorong seperti toserba, toko serba ada, tinggal teriak, beres. Contoh : Lorong delapaaaaaaan siapa yang punya pisau? Lorong delapaaaaaan siapa yang punya pulpen warna merah pinjem dooooong? Lorong delapaaaaaan ada ember nganggur pinjem dong??? Seketika dari dalam kamar sahut menyahut, rameeeee  banget :D

Ø  Tempat yang bikin gak tenang kalau lagi jalan-jalan, inget jam malam, haha

Ø  Kalau malem berubah jadi tukang antar : nganterin temen ke kamar mandi, hahaha

Ø  Tempat yang bahkan cuek pake piyama hingga lobi depan buat kerja kelompok ngerjain tugas

Ø  Kalo nemu temen sekamer yang sama-sama gila, percaya deh, sholat berjamaah bakal susah banget buat serius (Astaghfirullah, Yang ini gak boleh ditiru!!!)

Ø  Kalau mau ke bara, selorong nitip semua
Aku : Guys aku ke bara dulu ya..
Sedetik kemudian : Nindyyyyyyyy aku mau nitip gorengan, aku mau nitip makan dong, aku pengen makan bubur beliin ya, aku nitip foto copy boleh kan ndy, nin ini flash dish tolong prinkan tugas sosum minggu ke-3, eh nin mampir lah kau ke nasi padang beliin aku nasi sama lele goreng, aku mau tahu pedas nin, nindy ke bateng gak? Nitip donat bateng sama risol dong? Ke ge*yar dong ndy, beliin aku buku bigbos buat laporan fisika, Dan sebagainya dan sebagainya. Ya Allah, sumpah nulis ini jadi kangen, hahaha

Ø  Tempat yang mengharuskan kita ngeglindingan + nendang-nendang gallon bermeter-meter Cuma biar bisa minum

Ø  Tempat yang untuk pertama kalinya aku bisa buka tutup galon, diajarin cantika :’)
bareng cantikaaa :D


Ø  Bakal rame bangeeeet kalau tiba-tiba ada yang teriak hujaaaaaaaan. Pada lari ngangkat jemuran. haha

Ø  Curhat-curhatan, bahkan sampai adzan subuh -_-

Ø  Tempat aku bertemu nisa, sahabatku, yang sama-sama paling gak bisa buat gak ngemil malam-malam, sekeras apapun niat di awal
Aku : sa, aku mau belajar di kamarmu ya
Nisa : kau udah makan malam ndy?
Aku : udah sa. Kamu?
Nisa : udah. Kenyang banget. Malam ini jangan ngemil yuk. Diet-diet. Oke ndy???
Aku : Okeeeee
Via (buka pintu) : eh, aku mau ke bara. Mau nitip sesuatu?
Aku dan Nisa : #hening, berfikir. Kurang dari satu menit kemudian
Nisa : aku nitip vi, gorengan 3 ribu campur, sama kebab yang depan alfamidi itu yaaa
Aku : nindy nitip martabak keju dong vi…

*dan dialog semacam itu terus berulang setiap malamnya, hahaha (ah kangeeeeeeeeen)
bareng nisa


Ø  Dan selalu heboh tiap kali ada yang ulang tahun :D
















Selasa, 09 Juli 2013

# Sebab Hanya

Senin malam pukul 8. Kota batu...
Aku ingin sekali makan martabak. Berharap ada ayah saat itu juga, yang jikalau aku bilang "ayah mbak mau makan martabak.." maka semenit kemudian ayah telah menyalakan motor dan pergi membelikan. Ah... miss you, dad :')

Maka aku putuskan untuk keluar sendiri. Dita dan naila memaksa untuk menemani, tapi langsung aku tolak. Aku tak tega melihat mereka yang teramat sangat mengantuk, mata mereka sudah kurang dari 5 watt, lebih baik mereka tidur, haha.

hmmm...angin malam. Dingin sekali. Ah..kenapa aku lupa mengenakan jaket??? Bodoh. "Bade pundi mbak? (mau kemana?).." salah seorang ibu di teras menyapaku. "Mau cari makanan Buk.." jawabku sembari tersenyum. Ya Tuhan, aku suka sekali di sini, semua orang ramah :)

Akhirnya sampai juga di jalan raya. Kota ini benar-benar kota makanan. Banyak sekali pedagang kuliner. Martabak mana martabak??? Mataku langsung mencari-cari. Nah..itu dia. Akhirnya aku sampai pada sebuah kios yang menjual martabak. "Pak, punten, saya mau martabak keju spesial satu ya pak..." "engge neng.." jawabnya ramah.

Dan...hujan. Astaga, payung, aku lupa bawa payung. HP? ah sengaja aku tinggal karena sedang di charge. Fine. Tak ada alternatif lain selain menunggu. huhuhu

Maka yang aku lakukan sembari menunggu hujan reda adalah mengamati sekitar. Dan tatapanku tertuju pada anak-anak kurus tanpa alas kaki, dengan kecrek (alat musik dari tutup botol bekas) dan bekas air kemasan gelas. Mengamen dari satu pedagang ke pedagang yang lain, dan... kepadaku. Gadis yang cantik, cantik sekali. Tapi terlihat lebih tua dari umur seharusnya. Mata yang lelah. Dia menyodorkan gelas bekas ke arahku. "Duduk sini, kakak belikan martabak saja ya...", dia bingung. "Mau rasa apa?" dan masih diam, bingung. "Sekarang lagi hujan lebat, kayaknya enak deh kalau makan martabak. Nih liat, kakak juga habis beli. Jadi, mau rasa apa?" tanyaku sekali lagi. "Hmmm...keju kak" jawabnya malu-malu. "Hei, kesukaan kita sama. Kakak juga suka sekali martabak keju..."

Setelah aku pesan, kami duduk sembari berbicara banyak hal..
Aku : namamu siapa cantik???
Dia : Annisa kak..
aku : Waaaah, bagus sekali. Sudah tau kan kalau annisa artinya perempuan dalam bahasa arab???
Dia : Annisa artinya perempuan kak??? Aku baru tahu
Aku ; Iya, itu dari bahasa arab sayang. Siapa yang kasih nama itu?
Dia : Ibuk...
Aku : Tinggal dimana? Kenapa sudah malam masih di jalanan?
Dia : Aku tak punya tempat tinggal kak. Tidur ya dimana aja bisa.
Aku : #diam
Dia : Aku punya adik banyak, jadi ya harus mengamen buat bantu-bantu ibuk. Ayah udah lama pergi, gak tau kemana
Aku : #diam
Syukurlah abang penjual martabak datang, membuyarkanku.
Aku : Annisa, ini martabaknya. Di makan ya. Kalau besok-besok ketemu kakak di mana aja, nyapa ya. Terus berbakti pada ibuk. Okeeee??
Dia : Mengangguk dan berterima kasih sembari tersenyum, manis sekali...

Setelah dia pergi. Aku masih dengan lamunanku. Sungguh, aku baru kali ini mendengerkan kisah mereka langsung. miris!!! tidur dimanapun?? di jalanan??? Ya Tuhan, udara kota ini kan dingin sekali...
Mataku terus memperhatikan hujan. Hujan, kau lihat dia tadi? Namanya Annisa. Sekecil itu tapi telah berjuang keras untuk hidup...

Sebab kita hanya bisa makan dengan sayur dan tempe Kita harus bersyukur banyak,
Karena di luar sana, banyak yang bahkan tidak tahu harus makan apa,
Uang tak ada, dapur tak mengepul
Dan mereka tetap bersyukur

Sebab kita hanya jadi karyawan, disuruh-suruh, diperintah-perintah, Kita harus bersyukur banyak,
Karena di luar sana, banyak yang bahkan bertahun2 nganggur
Ditolak sana, ditolak sini, susah payah bertahan hidup
Dan mereka tetap bersyukur

Sebab kita hanya sekolah kecil, tidak dikenal, tidak hebat
Kita harus bersyukur banyak,
Karena di luar sana, banyak yang bahkan mau sekolah tidak bisa
Harus bekerja membantu orang tua
Dan mereka tetap bersyukur

Ada sejuta alasan lebih kenapa kita harus bersyukur
Jika kita tetap gagal menangkap alasan yang ke sejutanya
Masih bersisa semilyar alasan lainnya

Sungguh benar nasehat lama itu
Berbahagialah dengan sedikit yang kita punya
Karena di luar sana, banyak yang sama sekali tidak memiliki
Dan nyatanya, mereka tetap tersenyum berterimakasih..
.