Senin, 30 Juni 2014

"...memiliki berarti harus bertanggungjawab atas apa yang kita punya. Entah itu barang, apalagi orang. Dan aku akan bertanggung jawab atas senyum kamu, atas air mata kamu, atas apapun yang terjadi dengan kamu..."

Novel Genap, Nazrul

Rabu, 25 Juni 2014

Sering, ada hal-hal yang ingin sekali disampaikan, diungkapkan, dikeluarkan, diteriakkan, lalu semua itu terhenti. Terhenti begitu saja karena aku tak tau cara melakukannya. Dan ketika hal paling menyebalkan itu sedang terjadi, aku lebih suka menarik diri, mengambil jeda, mendamaikan perasaan, memejamkan mata, merasakan semuanya. Lalu mengkomunikasikannya kepada Tuhan. Dan setelah melakukan itu semua, percaya atau tidak, segalanya terasa menjadi lebih baik :')


#sedang merindukan hujan, di kota hujan...
"...Boleh jadi, saat engkau tidur terlelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu, dari seorang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari seseorang yang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari seseorang yang berpapasan denganmu yang engkau berikan senyuman, atau dari seseorang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan. Maka, janganlah engkau sekali-kali meremehkan sebuah kebaikan..." (Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah)

Selasa, 25 Maret 2014

Ingin

"..aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali...."

mungkin akan terdengar klise, tapi memang begitu faktanya, bahwa kita memang punya baaanyak keinginan, tetapi Tuhan selalu lebih tahu mana yang terbaik untuk kehidupan kita, best of the best-nya bisa dibilang. Dan kita hanya perlu mengikuti alurNya bukan? Menentang hanya akan membuat kita semakin lelah. Dan lari dari alur, hanya akan membuat hidup kehilangan makna. Maka rasa-rasanya, saat ini aku harus lebih belajar untuk memahami, atau jika belum bisa, aku coba untuk menerima, dan jika dirasa sulit, aku hanya perlu untuk berbaik sangka. Well, bukan apa-apa, tapi karena sekali lagi, Tuhan selalu lebih tahu mana yang terbaik untuk hidupku, hidup kita ;)

Jumat, 31 Januari 2014

Episode Hening


Aku selalu senang menikmati episode hening dalam hidupku. Suka, sangat suka. Jika ditanya mengapa, aku akan menjawab dengan entah. Bukan karena tidak tahu, tapi memang sulit untuk digambarkan. 

Buatku, hening tidak harus malam.  Hening juga tidak melulu sepi. Walaupun sepi sudah mengakuisisi hening agar identik dengannya. Maka, jika tidak berjodoh dengan sepi karena waktu yang tak sepakat, atau karena kondisi yang tak memihak, hening sering kali aku ciptakan sendiri. 

Hening, bagiku adalah jeda. Jeda untuk mengenal diri sendiri, juga untuk mengenal-Nya lebih dekat.  

Hening, sering kali aku ciptakan untuk mengumpulkan oksigen lebih banyak, agar aku bisa bernafas dengan lebih segar di sela lelah,  atau di tengah emosi negatif yang sedang melonjak agar dapat menjelajahi samudera sabar, yang masih sekedar menjadi penghibur lara yang begitu mudah ditaklukan resah. Kadang aku ciptakan hening agar bisa bergerak lebih cepat di kala sibuk. Agar bisa menguapi penat yang mengapung di otak.

Aku juga menciptakan hening tidak melulu karena kondisi jiwa yang kurang baik. Jika sedang bernasib baik pun, ,hening bisa menghasilkan air mata karena dengannya aku dapat lebih mendalami lautan syukur yang baru sekedar terucap manis dari mulut.

Hening, adalah waktu untukku merangkai mimpi, membuat harapan yang menghidupkan, juga eksperimen ide untuk menggapainya. Jika gagal, aku juga menggunakan hening untuk mengevaluasinya. Bisa jadi, hening adalah senyuman sekilas tentang kebodohanku, yang disusul dengan bara semengat untuk memperbaikinya.

Tetapi, tak jarang juga, hening yang aku ciptakan  tak menghasilkan apa-apa, selain ketenangan batin yang tak terdefinisi. 

Itulah alasan mengapa aku menyukai episode hening. Itu juga alasan mengapa kerap kali aku menghilang, seperti katamu. Bukan untuk waktu yang lama, tentu saja. aku hanya perlu berdiam diri sebentar, untuk me-recharge kembali energi jiwa yang kadang sedang minim...

#Bogor, di sela-sela pembuatan usulan penelitan ke-tiga




Senin, 13 Januari 2014

- Senja -

Ternyata ada hal lain selain hujan yang aku kagumi. Sesuatu yang selalu ada, tapi tak pernah aku sadari. Ah, mungkin karena terlalu egois memikirkan kesibukan diri sendiri, mungkin, atau mungkin juga karena tubuh ini terlalu lelah tiap  kali dia ada, lantas menjadi berjalan tanpa menghiraukan, mungkin.

Dia adalah senja di langit Bogor. Ya Tuhan, indah sekali. Tepatnya sore itu, ketika kami bermain-main di sekitar gedung graha widya wisuda IPB. Sore itu, aku sungguh-sungguh menikmati senja. Sore yang sangat idah. Damai, tenang, dan angin yang begitu lembut menyentuh jilbab yang aku kenakan. Senja, sore itu aku begitu damai melihatmu, dan hati ini memiliki banyak tanya dan harapan..

Aku bertanya-tanya,

senja,  tentu kau telah mendengar ribuan keluh, caci, dan maki sepanjang hari ini bukan? Termasuk dari mulutku ini. Ucapan yang tentunya dapat membuat runyam suasana, tidak enak, serta kontra produktif. Semoga kami, terlebih aku, bisa lebih menjaga mulut, agar bisa tetap melukis senyum, berkata hanya yang baik-baik, menebar semangat, atau setidaknya membuat suana selalu ceria...

Senja, apa kau saat ini sedang mengiringi banyak orang sepulang kerja atau kuliah? yang seharian telah berteman dengan lelah?. Demi suatu ibadah, atau demi tanggung jawab, atau juga hanya karena sekedar rutinitas. Ah, apalah itu. Maka semoga niatan kita menjadi lebih baik dari hari ke hari ya senja...

Senja, apa kau saat ini sedang menyaksikan orang yang sedang berjalan gontai, berat sekali langkahnya, tanpa semangat karena telah gagal akan sesuatu di hari ini? Jika ia, tolong bisikkan padanya senja, entah bagaimanapun caranya, kalau dia harus kembali bangkit. Bilang padanya bahwa masih ada hari esok bukan? iya kan senja? Tak peduli seberapa banyak dan seberapa sakitnya sebuah kegagalan, semuanya hanyalah masalah waktu,iya kan? Maka akupun berharap, senja, jika suatu waktu kamu melihatku berjalan seperti itu, berjalan gontai, sambil menahan tangis, dan teramat sangat berputus asa, tolong bisikan hal itu juga untukku....

Dan Senja, apa hari ini kamu sedang melihat orang yang merasa tak berguna? Jika ia, tolong bisikkan padanya, entah bagaimanapun caranya, kalau itu sesutau yang tidak tepat. Tak peduli seberapa kecil kebaikan yang bisa dilakukan, itu akan tetap berarti selama bermanfaat untuk orang lain. Maka akupun berharap senja, engkau juga membisikan hal tersebut tiap kali engkau melihatku sedang tidak menghargai diri sendiri...

#Ba'da Maghrib, sepulang melihat senja....

Sabtu, 14 Desember 2013

Selamat Ulang Tahun

15 Desember 2013. Tepat 8 tahun usiamu sayang...

Ah, waktu terasa cepat sekali berjalan. Pertumbuhanmu yang semula bayi, kini telah menjadi seorang anak yang sangat aktif. Waaah itu artinya, mbakmu ini juga semakin menua saja ya, hanya saja pertumbuhan mbak tidak sejelas pertumbuhan fisikmu.

De,  mbakmu ini teramat sangat menyayangimu. Apakah itu semua berawal dari rasa kasihan? Kasihan karena kamu harus ditinggal mama sedari bayi karena harus bekerja. Iya sayang, kamu sejak bayi harus dititipkan, diasuh oleh oran lain, sampai-sampai hingga detik ini kamu lebih akrab dengan orang itu. entah apapun alasannya, yang jelas aku menyayangimu, kami semua menyayangimu.

kamu lahir saat kakakmu ini baru saja memasuki kelas 2 SMP. Berbeda dengan mbak ega, bisa dikatakan mbak lebih banyak merawatmu. ah bukan merawat mungkin, hanya menemanimu, sembari mengganti  popokmu jika basah, dan menggendongmu jika menangis. Mbak sukaaaaa sekali belajar disampingmu, mengerjakan PR, tugas, sambil melihatmu yang sedang tertidur pulas. 

Selamat ulang tahun sayang. Ingin sekaili mengucapkan langsung, meniup lilin bersama-sama, menyanyikan lagu ulang tahun bersama-sama. 

mbak juga ingin berterima kasih, karena mbak selalu merasa bahagia berada didekatmu, ataupun sekedar mendengar suaramu dari telefon.

de, dihari ulang tahunmu ini, mbak hanya ingin berpesan bahwa tumbuhlah menjadi seseorang dengan pemahaman baik. Tidak mudah memang, tapi bukan berarti tidak mungkin bukan? Mbak pun masih dan akan selalu belajar. Nah, yang perlu kamu mengerti adalah hidup ini bukan tentang kondisi, sayang. Karena ada banyak kondisi yang kita tidak bisa mengendalikannya. Hidup adalah tentang bagaimana kita menyikapi kondisi yang menimpa kita. Tak peduli seberapa baik atau buruk kondisi tersebut.  Hidup bukan tentang kaya atau miskin, tapi bagaimana kita menyikapi kemiskinan dan kekayaan itu. Hidup juga bukan tentang kesuksessan dan kegagalan, tapi bagaimana menyikapi kesuksesan, dan kegagalan tersebut. 

Seberapa burukpun kondisi yang menimpa kita, jika kita bisa menyikapinya dengan baik, dengan bijak, dengan tepat, perlahan-lahan semuanya akan jauh lebih baik. Dan semuanya akan berjalan lebih mudah, jika kita tahu kapan saatnya bersyukur dan kapan saatnya bersabar. 

Heiii gadis kecil. Berceritalah pada mbak mu ini tentang apapun. Tentang masalahmu, atau jika kamu sudah remaja nanti, dan sedang galau-galaunya tentang apapun, maka berceritalah. Tenang saja, saat kamu selesai bercerita nanti, mbak tidak akan dengan gampangnya menyuruhmu untuk bersabar.  

Semua orang boleh saja mengaatakan kalau kita harus bersabar atas ujian yang ada, sayang. Masalahnya, menurut mbak, sabar itu bukan tentang perkataan, Sayang. Tapi perasaan. Dan yang namanya perasaan itu kan enggak bisa dipaksain. Jadi daripada bikin kamu makin kesel dan illfeel sama mbak nanti, hehe, mbak tidak akan menyarankan atau menasihati kamu agar bersabar. 

Rasakan saja betapa sakitnya. Resapi saja betapa sulitnya. Nikmati saja jatuh-bangunnya. Hayati saja bagaimana sedihnya. Ledakkan saja air matanya. Di satu titik kamu akan bertemu sendiri dengan kesabaranmu. Bertemu di persimpangan antara sabar dan tidak, antara menerima atau menyalahkan. Di satu titik, kamu akan menyadari betapa kamu jauh lebih kuat karena itu semua. Di satu titik, kamu akan bersyukur betapa Allah sudah berbaik hati telah memberikan kesempatan yang luar biasa kepaadamu untuk merasakan sensasi dahsyatnya itu. 

Percayalah, itu jauh lebih mengasyikan daripada kamu mendapatkan ujian, terus ada orang yang mengatakan kamu harus sabar, kemudian karena kamu anak bungsu yang tidak manja, penurut, baik hati, tidak sombong dan suka menabung, gampang mbak bohongin, serta suka makan sayur, kamu bersabar seperti yang dikatakannya, lalu bereslah segala ujian tersebut. Sabar itu proses, Sayang. Proses yang saaaaaaaaangat panjang. Jadi tak perlu terburu-buru, nikmati saja prosesnya dulu. Jangan pernah jadikan kesabaran sebagai formalitas. Formalitas agar kamu dibilang kuat atau enggak cengeng.

Tentu saja kita bisa memilih untuk tidak peduli terhadap apaun, termasuk terhadap orang yang menyakiti kita. Mengabaikan apapun yang mereka katakan. Tetapi mbak ingin kamu tumbuh dengan kepedulian. Peduli dengan apa yang ada di sekitar kamu, termasuk peduli dengan orang-orang yang menurutmu tidak layak untuk dipedulikan. Semua orang selalu layak untuk dipedulikan, De. Karena pada dasarnya, ketika kita peduli dengan orang lain, kepedulian itu akan semakin melembutkan hati kita, dan akan meningkatkan rasa kasih sayang yang kita punya, insyaAllah.

Nah cantik, happy birthdayyyyy. I love you, and i miss you so badly. Entah sampai kapan mbak harus merantau, selalu berjauhan denganmu seperti ini. Tahun ini mbak tingkat akhir lho, tapi mbak masih belum tau nanti akan kerja dimana. Well, jika mbak memang tidak bisa bekerja di Cirebon, yang artinya harus merantau kembali, mbak cuma pengen kita selalu deket. You know what dear? With love, distance is not the limit :)











Rabu, 04 September 2013

Aku bersama naila dan dita

Hari ini 5 September 2013, 4 hari pasca kepulanganku dari malang. Rasanya aneh. Aneh memasuki kamar kost sendirian, aneh makan sendirian, termasuk aneh bangun tidur tanpa mendapati naila dan dita di sampingku :D

Bareng mereka, ah…tiba-tiba ingin sekali bercerita saat-saat bersama mereka. Entah karena kita bertiga saling cocok, entah karena masing-masing dari kita saling menjungjung toleransi, entah juga karena kita telah dewasa (uhuk dewasa, hahaha),  tak pernah kami ribut barang satu kali pun.

Selama dua bulan penuh bersama dita, aku banyak belajar tentang bagaimana cara/ gerakan sholat yang baik dan benar. Sering juga aku bertanya padanya tentang pelafalan huruf hijaiyah, seperti “ diiit bedanya gimana sih bilang dho dan dzo…” ,” dit, kalau ada tajwid ini tuh sebaiknya kita berhenti atau terus?”, “diit, kalau sholat sunah qobliyah ba’diyah tuh wajib boleh salah satunya aja atau harus keduanya untuk sholat dhuhur dan isya?”, “diiit kalau puasa itu kita boleh gak,,,”, dan dit dit yang lain tak terhitung banyaknya. Maka selama 2 bulan Praktik Lapang kemarin aku tidak hanya mendapatkan ilmu tentang Biokimia saja, tetapi lebih dari itu, aku  belajar agama. Menyenangkan sekali, teramat sangat menyenangkan.

Selama dua bulan penuh bersama naila, aku banyak belajar tentang membuat makanan. Mulai dari membuat lauk pauk, hingga membuat kue. Aku banyak bertanya padanya, seperti : “nai kenapa selalu pake bawang putih di setiap tumisan?”, “ nai ini direbus berapa lama?”,”nai kira-kira ini udah matang belum?”, “nai bedanya digoreng sama disangrai itu apa sih?”, “nai aku kok masak nasi gak mateng-mateng?” dan naila menjawab dengan ekspresi datar “gimana mau matang orang gak kamu colokkin, nindyyyyyyyyyy”, hahahaha, sumpah naila lucuuuuuu banget. Maka selama 2 bulan Praktik Lapang kemarin aku tidak hanya mendapatkan ilmu tentang Biokimia saja, tetapi lebih dari itu, aku  belajar memasak . Menyenangkan sekali, teramat sangat menyenangkan.


Suatu pagi di Bogor, sembari memandangi photo kami (aku, naila, dan dita), sembari tersenyum, dan hati tak henti-hentinya mengucap syukur kepda zat yang Maha baik, Allah SWT, yang telah mengenalkanku dengan mereka.

Selasa, 27 Agustus 2013

Belajar Memasak

Selama 2 bulan di malang aku belajar banyak. Termasuk belajar memasak..

Aku mulai tertarik belajar memasak, sejak aku tahu  bahwa proses memasak teramat sangat menentukan kandungan nutrisi di dalamnya. Misalnya saja memamasak sayuran. Sebaiknya sayuran tidak terlalu lama mengalami proses pemanasan, dan akan lebih bagus jika fresh cooked saja, artinya sayuran masih dalam kondisi segar setelah dimasak.

Aku mulai senang belajar memasak, sejak aku melihat mega dan rachma teramat senang saat aku membuatkan mereka nasi goreng, di saat tengah malam dan mereka kelaparan. Entah karena nasi goreg buatanku enak, atau karena mereka sedang kelaparan, yang jelas nasi goreng itu habis tak bersisa. Rasanya sangat menyenangkan melihat mereka kenyang, haha

Aku mulai rajin belajar memasak, sejak alergiku sering kumat. Menurut dokter,  salah satu pemicunya adalah makanan yang sering aku makan terlalu banyak MSG-nya.ckckck

Dan aku mulai serius  belajar memasak , sejak aku sadar bahwa kelak aku akan menjadi seorang istri dan seorang ibu. Aku ingin pandai memasak untuk suami dan anak-anakku.  Teramat sangat menginginkan mereka hanya memakan makanan yang baik dan menyehatkan.

Dan aku harus belajar memasak, tidak lain dan tidak bukan karena aku seorang perempuan…


suatu sore di Malang, setelah kelar memasak...


Sabtu, 17 Agustus 2013

Batu dengan sejuta pesonanya

17 Agustus kali ini aku berada di kota batu. Sebuah kota yang sangat jauh dari keramaian. Kota yang terisolasi. Kota yang suhu udaranya tidak pernah lebih dari 22 derajat celcius. Kota yang mengharuskanku menggunakan jaket setiap waktu. Kota yang memiliki penduduk yang sangat ramah tamah. Kota dengan sejuta pesona alamnya..

Siang tadi aku memutuskan untuk berpetualang. Sendiri. Aku harus mengunjungi banyak tempat selagi di sini. Mumpung sedang libur, itu yang selalu ada di otakku.
Ya Tuhan, kota ini indah sekali..

Aku menemukan padang rumput yang saaaaaangat luas, dengan ilalang-ilalang yang tinggi menjuntai. Aku menemukan banyak dandelion. Siang itu cuaca cerah, tapi matahari di sini tidak pernah sekalipun menyengat kulitku. Aku menemukan banyak tanaman liar yang tumbuh, dengan bunga-bunga beraneka warna yang cantik sekali. Aku juga merasakan angin berhembus kencang. Dan aku merasa sangat bebas. Aku merasa bahagia sekali di tempat itu. Aku merasa bahagia Tuhan. Di lapangan yang luas itu, aku berdiri menginjak bumi, tapi merasa dekat sekali dengan langit.

Terima kasih Tuhan telah memberiku kesempatan untuk menginjakkan kaki di tempat ini. Alam di sini teramat sangat indah. Rasa-rasanya aku ingin mengabadikan setiap momen, untuk kelak aku ceritakan pada suami dan anak-anakku :)


Batu, saat menunggu maghrib

Kamis, 08 Agustus 2013

Mozaik


Episode hidupku kali ini membawaku jauh hingga ke tanah Madura. Sebuah pulau yang tak pernah terlintas walau sepersejuta detik di otakku. Apa yang terjadi hingga sejauh ini, rasa-rasanya seperti sedang mengumpulkan mozaik dalam hidupku. Ya kawan, seperti kepingan puzzle yang sedikit-demi sedikit tersusun melengkapi ingin ku.

Dulu, dulu sekali, saat masih duduk di bangku SMP, aku berdoa “ Tuhan, aku ingin sekali pergi ke tempat-tempat yang jauh, menemui beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin pergi ke suatu tempat yang sering hujan,juga  ke suatu tempat dimana aku akan limbung dihantam angin, menciut dicengkram dingin, dan merah terbakar sinar matahari. Aku ingin hidup, ingin merasakan sari pati hidup…

Doa yang aneh..” celetuk salah satu sahabatku.

Hingga akhirnya aku berguru ke Bogor. Kota hujan kawan. Ya, hampir setiap hari aku melihat hujan di bogor, dari mulai hujan gerimis, hingga hujan maha dasyat seperti badai pernah aku lihat. Tak jarang juga aku berjalan di bawah hujan, menggunakan payung tentu saja, tapi itu sudah cukup menyenangkan. Tiap kali mendengar suara hujan, aku seperti mendengarkan alam sedang bernyanyi. Indah sekali. Damai. Suatu perasaan yang sulit aku deskripsikan.

Aku ingin limbung dihantam angin. Pantaiiiiiiii. Ya pantai. Akhirnya di usiaku yang ke-21 tahun ini aku pergi ke pantai. Kalian tahu bagian mana yang paling menarik? Yaitu disaat aku merentangkan kedua tanganku menghadap laut, begitu dekat, tanpa alas kaki, dan angin kencang menghantamku, membuat kerudungku menari-nari, membuat kedua pipiku menjadi dingin, membuat pakaian yang kukenakan basah terkena ombak. Rasa-rasanya hidup seketika tak ada beban, tak punya masalah barang sebutir debu pun. Indah sekali. Damai. Suatu perasaan yang sulit sekali aku deskripsikan.

Aku ingin menciut dicengkram dingin. Kota Batu. Bayangkan air berisi es batu, kira-kira seperti itu dinginnya air di kamar mandi. Jangankan air di kamar mandi, pun udara di pinggir jalan saja diinginnya luar biasa. Jadi mandi adalah suatu kegiatan yang memerlukan perjuangan tersendiri, haha. Eh tunggu, bukan hanya mandi. Tidur pun penuh perjuangan. Jaket tebal, selimut, kaos kaki, sarung tangan, syall, adalah barang-barang wajib yang perlu dikenakan sebelum tidur. Lupa??? Kupastikan meriang pas bangun, hahaha

Aku ingin terbakar terkena panas. Madura. Pulau penghasil garam ini luar biasa panasnya. Matahari jam setengah tujuh sudah terang benderang. Jam sembilan pagi seperti jam 12 siang. Intinya panas. Maka aku sarankan untuk siapa saja yang ingin berkunjung ke Madura untuk tidak lupa membawa hand and body lotion ber-SPF, setidaknya SPF 15 biar kulit gak item, haha.

Dan aku ingin menemui beragam bahasa juga orang-orang asing.

Kota batu dengan bahasa jawanya yang khas :
Saat beli sayur…
Seorang ibu : Neng @$%%^&%^$$^^^&*&^^…..
Aku : hah, apa bu??? (roaming)

Kota Madura, saat jogging
Seorang petani : Be’en #%$%$^%&%^$$$%$#%%%
Aku : hah, apa bu??? (roaming)
Dan “hah apa bu-hah apa bu” yang lain tak terhitung banyaknya, ckckck

Tentu saja ini bukan akhir. Aku percaya Tuhan masih akan terus membawaku ke tempat-tempat yang tak pernah aku duga. Tuhan selalu memberikanku kejutan. Menyenangkan sekali. Kejutan selalu menyenangkan. Hidup memang sungguh-sungguh misteri, juga fantastis.

Hidupkan hidupmu. Hidupmu adalah hidupmu. Selamat hidup

Minggu, 28 Juli 2013

#ASRAMA itu...


“Mbak nindy apa kabar? Sekarang lagi di Malang ya? Udah hampir sebulan aku di asrama mbak. Alhamdulillah betah, hhe…

Sepenggal sms yang aku terima saat sahur tadi pagi. Sms yang mengingatkanku tentang asrama TPB IPB. Asrama dengan motto together to be better. Asrama yang memiliki banyak cerita…
28 Juni 2010 pukul 14.00 WIB, hari pertamaku menginjakkan kaki di asrama :D


Yupp, asrama putri A2, lorong 8, kamar 243 ^^
Hidup di asrama adalah salah satu pengalamanku yang mahal. Asrama untukku…

Ø  Pertama kalinya hidup di kamar sesempit itu berisi 4 orang, amazing :D
via-tania-rina-nindy

Ø  Tempat wisata kuliner kilat sehabis liburan, banyak yang bawa oleh-oleh aneh khas daerah masing-masing. Seketika ngumpul dalam satu kamar, pesta oleh-oleh, sambil ngobrolin aneka topik, campur aduk gak jelas apa yang dibicarain, haha
Ø  Tempat dimana aku sedikit-sedikit belajar bahasa batak-medan. Misalnya : Nama awak nindy, ah macam mana pula kau? Aku siap sholat (aku sudah sholat), tlekung (mukenah), merajuk (marah), hahahaha

Ø  Tempat melatih kesabaran : sabar ngantri kamar mandi, sabar saat air mati, listrik mati, tiap kali apel pagi, haha

Ø  Tempat yang nyadarin aku kalau kita hidup bener-bener gak sendirian. Contoh:  rame-rame ngelembur sampe jam 3 pagi buat kelarin laporan praktikum fisika, hahaha

Ø  Tempat senasib. senasib galau pengen pulang lebih seringnya, hahaha

Ø  Lorong seperti toserba, toko serba ada, tinggal teriak, beres. Contoh : Lorong delapaaaaaaan siapa yang punya pisau? Lorong delapaaaaaan siapa yang punya pulpen warna merah pinjem dooooong? Lorong delapaaaaaan ada ember nganggur pinjem dong??? Seketika dari dalam kamar sahut menyahut, rameeeee  banget :D

Ø  Tempat yang bikin gak tenang kalau lagi jalan-jalan, inget jam malam, haha

Ø  Kalau malem berubah jadi tukang antar : nganterin temen ke kamar mandi, hahaha

Ø  Tempat yang bahkan cuek pake piyama hingga lobi depan buat kerja kelompok ngerjain tugas

Ø  Kalo nemu temen sekamer yang sama-sama gila, percaya deh, sholat berjamaah bakal susah banget buat serius (Astaghfirullah, Yang ini gak boleh ditiru!!!)

Ø  Kalau mau ke bara, selorong nitip semua
Aku : Guys aku ke bara dulu ya..
Sedetik kemudian : Nindyyyyyyyy aku mau nitip gorengan, aku mau nitip makan dong, aku pengen makan bubur beliin ya, aku nitip foto copy boleh kan ndy, nin ini flash dish tolong prinkan tugas sosum minggu ke-3, eh nin mampir lah kau ke nasi padang beliin aku nasi sama lele goreng, aku mau tahu pedas nin, nindy ke bateng gak? Nitip donat bateng sama risol dong? Ke ge*yar dong ndy, beliin aku buku bigbos buat laporan fisika, Dan sebagainya dan sebagainya. Ya Allah, sumpah nulis ini jadi kangen, hahaha

Ø  Tempat yang mengharuskan kita ngeglindingan + nendang-nendang gallon bermeter-meter Cuma biar bisa minum

Ø  Tempat yang untuk pertama kalinya aku bisa buka tutup galon, diajarin cantika :’)
bareng cantikaaa :D


Ø  Bakal rame bangeeeet kalau tiba-tiba ada yang teriak hujaaaaaaaan. Pada lari ngangkat jemuran. haha

Ø  Curhat-curhatan, bahkan sampai adzan subuh -_-

Ø  Tempat aku bertemu nisa, sahabatku, yang sama-sama paling gak bisa buat gak ngemil malam-malam, sekeras apapun niat di awal
Aku : sa, aku mau belajar di kamarmu ya
Nisa : kau udah makan malam ndy?
Aku : udah sa. Kamu?
Nisa : udah. Kenyang banget. Malam ini jangan ngemil yuk. Diet-diet. Oke ndy???
Aku : Okeeeee
Via (buka pintu) : eh, aku mau ke bara. Mau nitip sesuatu?
Aku dan Nisa : #hening, berfikir. Kurang dari satu menit kemudian
Nisa : aku nitip vi, gorengan 3 ribu campur, sama kebab yang depan alfamidi itu yaaa
Aku : nindy nitip martabak keju dong vi…

*dan dialog semacam itu terus berulang setiap malamnya, hahaha (ah kangeeeeeeeeen)
bareng nisa


Ø  Dan selalu heboh tiap kali ada yang ulang tahun :D
















Selasa, 09 Juli 2013

# Sebab Hanya

Senin malam pukul 8. Kota batu...
Aku ingin sekali makan martabak. Berharap ada ayah saat itu juga, yang jikalau aku bilang "ayah mbak mau makan martabak.." maka semenit kemudian ayah telah menyalakan motor dan pergi membelikan. Ah... miss you, dad :')

Maka aku putuskan untuk keluar sendiri. Dita dan naila memaksa untuk menemani, tapi langsung aku tolak. Aku tak tega melihat mereka yang teramat sangat mengantuk, mata mereka sudah kurang dari 5 watt, lebih baik mereka tidur, haha.

hmmm...angin malam. Dingin sekali. Ah..kenapa aku lupa mengenakan jaket??? Bodoh. "Bade pundi mbak? (mau kemana?).." salah seorang ibu di teras menyapaku. "Mau cari makanan Buk.." jawabku sembari tersenyum. Ya Tuhan, aku suka sekali di sini, semua orang ramah :)

Akhirnya sampai juga di jalan raya. Kota ini benar-benar kota makanan. Banyak sekali pedagang kuliner. Martabak mana martabak??? Mataku langsung mencari-cari. Nah..itu dia. Akhirnya aku sampai pada sebuah kios yang menjual martabak. "Pak, punten, saya mau martabak keju spesial satu ya pak..." "engge neng.." jawabnya ramah.

Dan...hujan. Astaga, payung, aku lupa bawa payung. HP? ah sengaja aku tinggal karena sedang di charge. Fine. Tak ada alternatif lain selain menunggu. huhuhu

Maka yang aku lakukan sembari menunggu hujan reda adalah mengamati sekitar. Dan tatapanku tertuju pada anak-anak kurus tanpa alas kaki, dengan kecrek (alat musik dari tutup botol bekas) dan bekas air kemasan gelas. Mengamen dari satu pedagang ke pedagang yang lain, dan... kepadaku. Gadis yang cantik, cantik sekali. Tapi terlihat lebih tua dari umur seharusnya. Mata yang lelah. Dia menyodorkan gelas bekas ke arahku. "Duduk sini, kakak belikan martabak saja ya...", dia bingung. "Mau rasa apa?" dan masih diam, bingung. "Sekarang lagi hujan lebat, kayaknya enak deh kalau makan martabak. Nih liat, kakak juga habis beli. Jadi, mau rasa apa?" tanyaku sekali lagi. "Hmmm...keju kak" jawabnya malu-malu. "Hei, kesukaan kita sama. Kakak juga suka sekali martabak keju..."

Setelah aku pesan, kami duduk sembari berbicara banyak hal..
Aku : namamu siapa cantik???
Dia : Annisa kak..
aku : Waaaah, bagus sekali. Sudah tau kan kalau annisa artinya perempuan dalam bahasa arab???
Dia : Annisa artinya perempuan kak??? Aku baru tahu
Aku ; Iya, itu dari bahasa arab sayang. Siapa yang kasih nama itu?
Dia : Ibuk...
Aku : Tinggal dimana? Kenapa sudah malam masih di jalanan?
Dia : Aku tak punya tempat tinggal kak. Tidur ya dimana aja bisa.
Aku : #diam
Dia : Aku punya adik banyak, jadi ya harus mengamen buat bantu-bantu ibuk. Ayah udah lama pergi, gak tau kemana
Aku : #diam
Syukurlah abang penjual martabak datang, membuyarkanku.
Aku : Annisa, ini martabaknya. Di makan ya. Kalau besok-besok ketemu kakak di mana aja, nyapa ya. Terus berbakti pada ibuk. Okeeee??
Dia : Mengangguk dan berterima kasih sembari tersenyum, manis sekali...

Setelah dia pergi. Aku masih dengan lamunanku. Sungguh, aku baru kali ini mendengerkan kisah mereka langsung. miris!!! tidur dimanapun?? di jalanan??? Ya Tuhan, udara kota ini kan dingin sekali...
Mataku terus memperhatikan hujan. Hujan, kau lihat dia tadi? Namanya Annisa. Sekecil itu tapi telah berjuang keras untuk hidup...

Sebab kita hanya bisa makan dengan sayur dan tempe Kita harus bersyukur banyak,
Karena di luar sana, banyak yang bahkan tidak tahu harus makan apa,
Uang tak ada, dapur tak mengepul
Dan mereka tetap bersyukur

Sebab kita hanya jadi karyawan, disuruh-suruh, diperintah-perintah, Kita harus bersyukur banyak,
Karena di luar sana, banyak yang bahkan bertahun2 nganggur
Ditolak sana, ditolak sini, susah payah bertahan hidup
Dan mereka tetap bersyukur

Sebab kita hanya sekolah kecil, tidak dikenal, tidak hebat
Kita harus bersyukur banyak,
Karena di luar sana, banyak yang bahkan mau sekolah tidak bisa
Harus bekerja membantu orang tua
Dan mereka tetap bersyukur

Ada sejuta alasan lebih kenapa kita harus bersyukur
Jika kita tetap gagal menangkap alasan yang ke sejutanya
Masih bersisa semilyar alasan lainnya

Sungguh benar nasehat lama itu
Berbahagialah dengan sedikit yang kita punya
Karena di luar sana, banyak yang sama sekali tidak memiliki
Dan nyatanya, mereka tetap tersenyum berterimakasih..
.

Jumat, 21 Juni 2013

#angin, hujan, sakit hati

Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik  menghirup udara, terkadang kita lupa sedang bernafas.
Tiap detik berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bahwa sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang

Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan
Hujan memberi kabar bagi para pujangga bahwa sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya

Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati

Maka berdiri yuk sejenak, lalu merasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita

Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana

Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia. Yapp...kita adalah manusia =)

Jumat, 07 Juni 2013

# Lugu, lucu, polos

selama 5 hari di rumah, banyak sekali hal yang aku lakukan. Mulai dari datang ke pengajian, dengerin tausiyah, belajar masak, ngajar anak-anak tetangga, sampai isengin si bungsu rachma, aku manggilnya dede. Haha, sumpah polos banget tu bocah :D

#saat lagi di dapur, masak capcay
 dede : mbak lagi apa?
aku    : masak capcay. Suka kan? Awas aja kalo gak suka makan sayur
dede  : suka mbak. itu apa?
aku : Kembang tahu
dede : emang tahu ada pohonnya ya mbak?
aku : ada. buktinya ini kembangnya. Pohon tahu tinggiiiiiiiii sekali
dede : ooo...
aku : #ngakak. hahahahahaa

#masih lagi di dapur, masak sayur asam
dede : mbak masuk sayur asam yaa?? wangii
aku : iya, semoga enak, haha
dede : dede mau bantuin
aku : boleh, itu belum dikasih salam
dede : (buka panci)  Assalamualaikunnnm
aku : #ngakak. hahahahah

#lagi jalan-jalan
aku : dede, ke ATM dulu yuk
dede : #muka datar, gak ngerti mungkin ATM apa
setelah ambil uang
dede : mbak, kartu itu ngeluarin uang ya? enak
aku : iya, kartu ini baik. Asal punya kartu ini kita jadi punya uang banyak
dede : ooo
aku :#ngakak. hahahaha

#lagi di kamar. Tiba-tiba dede masuk
dede : mbak, kata guru ngaji dede surga di telapak kaki ibu. Maksudnya apa?
aku : ya di telapak kakinya mama kalo diliat-liat nanti ada surganya
dede : #ngangguk-ngangguk
beberapa lama, aku keluar kamar mendapati dede yang sedang tengkurap memperhatikan lantai
aku : dede lagi apa?
dede : mbak, ini telapak kakinya mama habis mandi. Kok udah lama surganya gak muncu-muncul?
aku : #ngakak, hahahaha

#lagi di teras belakang, makan jeruk
dede : mbak, tadi bijinya gak sengaja ketelen
aku : waaaah, besok bakalan tumbuh tuh dek
dede : tumbuh dimana??? (ekspresi muka cemas)
aku : (sambil nahan ketawa) ya dari kepala dede. Besok bangun tidur pasti udah tumbuh pohon jeruk
dede : nangis guling-guling
aku : #dimarahin mama

Jumat, 7 Juny 2013
Sore-sore, dalam bis perjalanan ke Bogor. Ah, aku pasti merindukanmu, dede :')

Selasa, 04 Juni 2013

Jangan-jangan

Hari ini adalah hari ke-3 aku berada di rumah. Aku hanya memiliki waktu 5 hari saja di sini, itu artinya tinggal 2 hari jatah liburanku. Hmmm, sebenarnya tidak juga dikatakan liburan, karena memang sekarang bukan saatnya liburan. Kebetulan ada jedah waktu satu minggu sebelum ujian akhir, dimana satu minggu itu, kami- para mahasiswa, sebut sebagai minggu tenang, karena tidak ada lagi perkuliahan atau praktikum. Aku sebenarnya tidak ingin pulang, tapi mengingat setelah UAS ini aku fieldtrip dan dilanjutkan praktikum ke Malang, well rasa-rasanya lebih baik pulang untuk berpamitan. 

And welcome Home!!! 
Setelah merantau, aku merasakan rumah sebagai sesuatu yang sangat spesial. Di rumah aku merasa aman, entahlah, sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan bagaimana detilnya.
Tahukah kalian apa yang paling aku suka saat di rumah??? Aku suka sekali, saat pagi-pagi setelah selesai sholat subuh dan mengaji, lalu aku membuka seluruh jendela rumah. Merasakan hembusan angin pagi  rasanya segar sekali. Setelah itu aku akan menyapu, mengepel, menyapu halaman, memasak, dan mencuci piring. Tepat pukul 07.00 WIB semua pekerjaan selesai. Dan heii, kenapa aku merasa bahagia??? Bukankah sebelum merantau aku juga melakukan hal yang sama??? Melakukan rutinitas seperti itu di pagi hari bukankah biasa saja??? Tapi kenapa sekarang terasa sangat spesial???

And Welcome home!!!
Saat sore hari aku paling suka mengajak si bungsu bermain-main di lapangan dekat kampung. Bermain kejar-kejaran diantara ilalang-ilalang yang tinggi. Bersama-sama meniup dandelion. Ah..menyenangkan sekali. Dan heii kenapa ini terasa sangat menyenangkan??? Bukankah bermain di lapangan saat sore hari adalah hal yang selalu aku lakukan sejak dulu, dulu sekali bahkan saat aku belum sekolah??? Tapi kenapa sekarang terasa sangat spesial???

And welcome home!!!
Saat melihat hujan dari jendela kamar terasa lebih menyenangkan. Tap heiii, kenapa terasa lebih menyenangkan??? Bukankah dari dulu aku memang suka melihat hujan??? Tapi kenapa sekarang terasa sangat spesial???

And welcome home!!!
Saat sehabis magrib kami semua berkumpul di ruang keluarga. Aku dan mama yang sambil menikmati teh hijau hangat, ayah yang meminum kopi, mega dan rahma dengan susu coklat kesukaannya, bercerita banyak hal. Menyenangkan sekali. Tapi heii..kenapa sekarang terasa lebih menyenangkan? Bukankah sudah hal yang biasa kami lakukan saat sehabis magrib kami semua berkumpul seperti itu??? 

Maka jangan-jangan banyak sekali hal yang sering kita lakukan- yang kita sebut sebagai rutinitas itu, adalah sebenarnya sesuatu yang sangat spesial. Sesuatu yang akan kita rindukan saat kita tidak lagi melakukannya. Maka nasihat orang tua untuk menikmati segala hal yang kita lakukan saat ini adalah benar sekali.
Jangan-jangan kita baru akan menyadari bahwa menjadi seorang anak kecil itu sangat menyenangkan setelah kita beranjak dewasa. Jangan-jangan menjadi dewasa itu adalah hal yang sangat istimewa saat kita sudah tua nanti. 

Desa Sumber, setelah selesai sarapan :)

Menangis, menangis dan menangis


umumnya orang2 berpikir, bahwa wanita dan anak2 lebih masuk akal secara sosial untuk menangis dibandingkan laki-laki, apalagi laki-laki dewasa. Tapi bagi saya, laki-laki menangis, kenapa tidak??? 

Umumnya orang-orang berpikir, bahwa  kesedihan adalah alasan terbesar, dan paling masuk akal secara sosial untuk membuat seseorang menangis. Tapi itu umumnya, menurut hemat saya,  menangis itu dekat sekali dengan banyak hal. Marah, saking marahnya seseorang bisa menangis. Rindu, saking rindunya, orang2 bisa jadi menangis. Bahkan bahagia, saking bahagianya orang2 bisa berlinang air mata, juga hal2 lain seperti frustasi, galau, putus asa, itu semua dekat dengan menangis.

Berapa liter air mata bisa diproduksi manusia saat menangis? kata pujangga, lihatlah, gadis penyabar dan baik hati itu menangis berliter-liter air mata karena cinta. atau kata pembuat film, macam shaolin soccer, tokoh utama ceweknya, bisa membuat kue enak dari tepung yg adonannya dari air matanya. atau kata novel gombal soal romans, tokoh utamanya menangis hingga menggenangi lantai. aduh, malah ada yg tega menulis kalau tokoh utamanya tenggelam oleh air matanya sendiri, atau air matanya tumpah menganak sungai--kebayang kan, sungai lho teman-teman, banyak banget kan airnya. Itu sungguhan? tidakkah berlebihan? saya sama sekali  tidak tahu. boleh jadi memang begitu--yang bersangkutan nangis sambil tidak sengaja membuka pintu bendungan jatiluhur. hahaha :D

Adakah orang yg tidak pernah menangis di dunia ini? kalau dia normal secara fisik, maka jawabannya tidak ada. semua orang rasa-rasanya pernah menangis. Bahkan orang paling membatu hatinya sekalipun, rasa2nya pernah nangis. karena menangis itu panggilan manusiawi. tentu saja sy tidak bilang karena semua bayi pernah menangis. Dalam hal ini orang dewasa lho yaa, rasa2nya minimal sekali saja dia pernah menangis.


seberapa sering kita menangis? seberapa sering saya menangis? kenapa kita menangis? apakah itu berharga untuk ditangisi? walaupun airmata kita bukan kristal berharga, cuma air biasa, tetap saja sesuatu, dan kita tetap bisa bertanya, apakah itu layak untuk ditangisi? apakah seseorang atau sesuatu itu berharga untuk ditangisi?  well, kalau mau dianalisis semua, bisa jadi satu buku: 'menangis', dan boleh jadi best seller--karena urusan tangis menangis ini komersil. 

jadi drpada saya ngelantur kemana2, malah bikin buku tentang menangis, sy tutup catatan random ini dgn sebuah kalimat: seseorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis), maka Allah akan menolongnya saat tidak ada lagi pertolongan yg tersisa kecuali pertolonganNya. 
Hebat, kan? kita menangis ber-ember-ember untukl seseorang, jangankan ngasih pertolongan, boleh jadi dia nyadar juga nggak, tahu juga nggak yang bersangkutan kalau kita sedang menangis untuknya.Tapi tidak dalam urusan ini. janji itu valid, pasti terbukti. dan Allah tahu persis kita menangis untukNya. Maka jangan sia-siakan air mata kita. 

selamat menangis, untuk hal-hal yang layak ditangisi, tentu saja :) 

Yang Hilang dari Manusia


kita semakin sulit merasakan kehilangan ketika hanya menyaksikan … 

Pernah kita mendengar salah satu dari sekian ribu teman kita kehilangan , kehilangan salah satu orang tuanya misal. Semakin jauh hubungan kita , maka segala berita kehilangan seolah menjadi biasa saja.
Ketika kita menyaksikan berita kehilangan di TV , kehilangan nyawa , kehilangan sanak saudara , kehilangan anak , kehilangan apapun, seolah semua terasa hambar.
Toh kalian tetap bisa tertawa ria setelahnya , bercanda ini dan itu. Semuanya semakin kehilangan makna bukan , bahkan kita sendiri semakin tidak peduli ketika makna pun kehilangan.
Ada bagian yang hilang dari manusia dewasa ini , perasaan empati. Semakin kesini , kita semakin sedikit peduli. Hubungan hanya sekedar terpaut satu sama lain di jejaring sosial , hubungan batin hanya mitos.
Kita dipisahkan oleh kesibukan, ketika hari ini kamu mendengar salah satu temanmu kehilangan ayahnya, sudah , setelah itu hidupmu berjalan seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Begitulah hidup kita sejauh ini bukan ? ketika semakin sedikit waktu kita untuk sekedar menyisihkan waktu memikirkan dan memahami orang lain.
Ya , mungkin begitu… .Mungkin jika tidak
Cirebon, 4 Juni 2013,
Saat mendung sore-sore, berharap hujan turun ^^

Senin, 03 Juni 2013

#saat hujan

Aku senang berteriak di depan air terjun tinggi,
berdebam suaranya memekakkan telinga
agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang berteriak

Aku suka sekali berlari di tengah padang ilalang tinggi,
yang pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepalaku
agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang berlari

Aku senang termenung di tengah senyapnya pagi,
yang kicau burung pun hilang entah kemana
agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang termangu

Dan, aku paling suka menangis saat hujan,
ketika air membasuh wajahku
agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis

Perasaan adalah perasaan,
Tidak kita bagikan dia tetap perasaan
Tidak kita sampaikan, ceritakan, dia tetap perasaan
Tidak berkurang satu helai pun nilainya
Tidak hilang satu daun pun dari tangkainya

Perasaan adalah perasaan,
Hanya orang-orang terbaiklah yang akan menerima kabar baik
Hanya orang-orang bersabarlah yang akan menerima hadiah indah

Maka nasehat lama itu benar sekali,
Menangislah saat hujan,
ketika air membasuh wajah
agar tidak ada yang tahu kalau kita sedang menangis

Maka saat hujan turun, selamat menangis :)

Jumat, 24 Mei 2013

Tidak Ada Bunda Yang Sempurna

Tidak ada Bunda yang sempurna
Ketika keluarga  dilingkupi kecemasan, maka Bunda juga gemetar penuh keraguan,
tetapi sungguh , demi melihat anak-anaknya tetap riang, keraguan itu musnah bagai kabut disiram cahaya matahari pagi,
berganti keyakinan dan keteguhan.

Tidak ada Bunda yang sempurna,
Ketika keluarga kita ditimpa musibah, maka Bunda juga menghela nafas, menangis, tergugu
tetapi sungguh, demi melihat anak-anaknya tetap tertawa, dia bergegas menyeka ujung matanya, mengusir semua sedih
berganti perasaan riang dan ketulusan.

Tidak ada Bunda yang sempurna,
Ketika keluarga  dirundung kekurangan, maka Bunda juga tertatih penuh beban.
tapi sungguh, demi melihat anak-anaknya tetap terpenuhi segala kebutuhannya, dia bergegas berdiri tangguh, berusaha tegar dengan sisa apapun
berganti semangat menyala terus berusaha

Tidak ada Bunda yang sempurna,
Ketika keluarga  dalam ketakutan, dalam pertengkaran, dalam kegagalan
dalam situasi itu semua, Bunda juga tergugu berharap sandaran dan pertolongan,
tapi sungguh , anak-anaknya adalah energi tiada terkira

Tidak ada Bunda yang sempurna,
Maka kuberitahukan sebuah rahasia kecil ini
Betapa malam-malam, saat kau sudah tertidur nyenyak,
Bunda bersimpuh dengan air mata, berdoa, berjanji,
Akan selalu menjadi Bunda terbaik bagimu.
Walau kita tidak pernah tahu itu...